4 HARI DI WHCC………

Sekitar bulan Oktober 2008 ( sudah telat nich…..), saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara WHCC ( World Heritage Cities Conference ……and Expo ), di Surakarta. Acara besar ini diselenggarakan di 2 tempat yaitu The Sunan Hotel dan di Istana Mangkunegaran. Acara registrasi peserta dimulai pada tanggal 25 Oktober siang sampai tanggal 28 Oktober 2008, yang bergulir mulai dari pagi hingga malam hari. Pada hari 1 ( 25 Oktober 2008 ), saya melakukan daftar ulang di The Sunan Hotel ( dulu…..hotel Quality ). Pada saat saya mendaftar, saya mendapatkan seperangkat seminar kit yang sangat…..banyak, yaitu topi, kaos, buku panduan, block note, ballpoint, gantungan kunci berupa replika topeng, sandal batik, roti kecik, tas…….yang cukup berat untuk saya bawa.
1.Tanggal 25 Oktober 2008
2.Tanggal 26 Oktober 2008
3.Tanggal 27 Oktober 2008
4.Tanggal 28 Oktober 2008
Selama 4 hari saya mengikuti acara tersebut, banyak kesan-kesan yang saya peroleh di setiap tanggal. Pada hari 1 ( 25 Oktober 2008 ) , para peserta belum saling mengenal, ada pula peserta yang diam saja di pojokan….karena tidak bisa berbahasa Inggris, ada pula peserta yang bingung karena tidak mengerti dengan kota Solo, ada pula peserta yang sedari awal sibuk dengan lap topnya, ada juga yang bertegur sapa dengan teman-temannya. Saya pun juga mendapatkan pengalaman lucu. Saat saya sedang duduk di lobby, saya berkenalan dengan seorang tamu yang sedang bertelpon ria dengan sang walikotanya. Dia menanyakan pada saya mengenai letak hotel IBIS, karena dia harus menemui sang walikota beserta istri. Lalu dia juga cerita kalau menginap di NOVOTEL. Sambil menahan senyum, saya jelaskan….kalau hotel IBIS ada di sebelah Utara hotel NOVOTEL. Dekat…dech !!! Mendengar keterangan saya, dia tertawa lebar menyadari kebingungannya. Lalu dia segera pesan taksi untuk diantar ke Hotel IBIS.Pokoknya….lucu dech. Nah…pada hari ke-2, para peserta diajak untuk tour ke Borobudur dan Prambanan. Kebetulan saya dan teman berada dalam 1 bis dengan rombongan walikota asing. Karena banyak tamu asing dalam bis-bis tersebut, maka rombongan dikawal oleh polisi di bagian depan dan dibagian belakang. Wah……..serasa tamu negara. Nah , di dalam bis ….banyak cerita lucu. Ternyata banyak LO ( License Officer ) / Guide yang kurang memahamai bahasa Rusia. Padahal banyak tamu-tamu yang berasal dari Rusia. Wah….sepertinya perlu ada buku saku kamus bahasa Rusia Demikian juga tamu-tamu dari Jepang atau Korea.Kebayang khan bingungnya……. Memang….banyak tamu-tamu asing yang tidak mampu berbahasa Inggris. Jadi, body language dan bahasa mimik menjadi efektif untuk menterjemahkan kondisi dan keinginan seseorang. Namun….walaupun dalam kondisi yang “membisu “, masih terlihat kemunculan respon dari para tamu. Para tamu kadang merasa risih, tidak nyaman, kaget , lelah dan bingung dengan kondisi yang dihadapinya. Respon tersebut diekspresikan dan dilakukan secara langsung. Lalu pada hari ke-3, saya mengikuti seminar utama yang menampilkan 6 pembicasra dari Indonesai dan dari luar negeri. Wah….hari ketiga adalah hari yang sangat melelahkan bagi saya. karena session 1 , acara digelar di The Sunan Hotel, lalu diboyong ke Istana Mangkunegaran, lalu…..balik lagi ke The Sunan Hotel…. Aduh….. pulang dari acara saya langsung tidur…..panjang…………………… Dari sisi makanan, seluruh tamu merasa sangat puas, karena menu yang disediakan sangat enak dan…banyak. Tapi lelahnya………saya harus panggil tukang pijit, nich!!!! Dan untuk hari ke-4, adalah acar penutup. Pak Joko Widodo, membacakan kesimpulan Konferensi lalu diakhiri dengan makan siang di The Sunan hotel. Selama 4 hari ( kebetulan ada satu hari libur ), tenaga saya terkuras habis. tapi saya merasa klagum pada keberagaman manusia dan kebudayaan yang berbaur dalam satu acara. Nah….rencana WHCC yang berikutnya ke Quito, USA pada tahun 2010 . Kayaknya….saya pengin ikut….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar